Kidung Kematian
Malam berganti rupa nestapa,menghardik langkah dalam kesendirian
Rembulan di ujung cakrawalapun mengibarkan sayap-sayap kerinduan nya..
Rindu-rindu yang mencintai sosok kematian yang begitu misterius,abadi
dalam perupa jiwa yang mampu menyembuhkan luka-luka lama.
Kematian mulai tercium dari langkah yang mulai rapuh dalam jejak purnama,sirna oleh pelukan malaikat maut.
Samar-samarpun kematian memeluk ku dengan belati yang terselip di balik anggun nya sayap-sayapnya.
Menembus sukmaku,akupun menyaksikan jiwaku dipenuhi dengan pelukan malaikat yang tersenyum ramah menyambutku.
Kematian,sejatinya dekat sekali dalam kehidupan
Kematian bukanlah mimpi buruk tapi asa untuk menemukan dunia yang baru,di bawah hegemoni jiwa yang terkungkung nafsu duniawi.
Kematianpun seakan menemani langkahku dalam derap derai tawa yang
menggurita,mengingatkan hamba kehidupan tak abadi,selalu ada cahaya
keabadian dalam sebuah Cinta-Nya.
Kematianlah jalan terbaik
bagi hamba-Nya yang ingin kebebasan duniawi.mengikis tembok kehidupan
yang begitu kejam dalam setiap jejak langkah yang membiru di kalbu
Merindukan kematian dalam arti pelukan cahaya yang menerpa
batin,,menasbihkan kuasanya pada takdir yang begitu lembut di
telinga,syahdu nan menggelegar di hati terdalam
Duhai Kematian
dekaplah jiwaku dalam penantian masa menggerus fatomorganas semu
kehidupan,hingga percikan bunga-bunga keabadian menyirami jasadku yang
mati
Hingga hamba menyadari jiwaku berkelana dalam penghambaan nya
mencari kesejatian sejati,dalam rupa rupa rindu yang dibelai oleh
kasih-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar