Senin, 19 Mei 2014

derai airmata diatas bahagia

Derai airmata di atas bahagia.

Derai haru membahana sepanjang jalan
Pada titian musim yang bersemi
Telah terpaut mimpiku diatas cakrawala yang membentang luas
Agar siapapun yang melihat ku menaruh hati pada Roma,jiwa yang sesungguhnya.

Roma telah kembali menunjukkan wujudnya
Menggaraskan jiwa-jiwa yang menggamit lehernya.
Roma merindu jiwa yang benar-benar merindu.
Pun kini Roma,telah kembali ke peraduan nya.
Menapaki jejak yang akan di kenang Romanista.
Juga dunia.

Tiada mampu aku berkata tentang Roma,secuil dahaga akan gelar,mendayu mesra penuh kenikmatan,menjaga asa untuk tetap jadi yang terbaik.
Mimpi kita sama,telah meranum dalam kisah yang ditertawakan angin semalam.
Mimpi-mimpi yang kini mulai menukik tajam ke palung jiwaku,menasbihkan Roma sebagai jiwa penuh kerinduan,menggetarkan asa pada waktu yang akan berbinar indah.

*Puisi Untuk Ulang Tahun Nya Roma Club Indonesia Makassar Hari ini*18 mei 2014

kekasih

Bismillahirrahmanirrahim

I
Kekasih...
Kutelusuri jejak bintang-bintang nun jauh di ujung cakrawala.
Betapa kerdilnya diri dalam kemaha besaran Sang Pencipta.
Tiada berarti bagai sebutir debu ditengah gurun sahara,
yang pergi kemana pun angin gurun akan membawa.

Dalam derasnya airmata kerinduan yang mencucur.
Terasa betapa hidup hamba kurang bersyukur.
Bahkan terkadang dihinggapi jiwa takabbur,
Ampunilah hamba sebelum masuk kubur.

Kadang iman diri bagaikan remah.
indahnya dunia pun jadi utama,
Wahai Ilahi Pemilik Rahmah.
Ampuni diri yang lemah.

II

Wahai Yang Rahman.
Kuatkan hamba dalam iman.
Harumnya bagai bunga ditaman.
Dan tempat yang baik tuk kediaman.

Dalam cinta yang kadang masih sering tergoda.
Bermohon hamba pada-Mu dengan tangan tengadah.
Agar Engkau ridho untuk teguhkan taqwa di didalam dada.
Agar selalu sadar balasan surga dan neraka-Mu yang memang ada.

III
Wahai Engkau yang memiliki segala apa yang ada di alam semesta.
Yang meninggikan derajat mereka yang sebelumnya ternista.
Hanya pada-Mu jua hamba memanjatkan segala pinta.
Agar di dunia dan akherat kelak tidak menderita.

Wahai Engkau Yang Maha membalik hati.
Tunjukkan jalan yang harus kutiti,
Agar selamat di hari nanti.
Kelak, setelah mati.

Kekasih.
Padamu hamba berserah diri

indonesia kaya

Cerpen Kisah Persahabatan
"Indonesia Kaya"
Bandung 29 Mei 2006

Kemesraan ini janganlah cepat berlalu,,,hatiku sama jiwaku selalu di sampingmu,,
Entah lagu siapa itu?tapi bila mengingat moment2 perpisahan di Pesantren dlu,rasanya aku mau nangis,,,punya banyak teman se indonesia berbagi makanan khas masing2 daerah,,n yg tak kalah serunya,,kita masing2 menyatu dlm keanekaragaman indonesia,,,tiap pulang dri liburan smster masing2 tmn2ku membawa oleh2 khas daerahnya,,,


Yg aku suka,,tempoyak,,oleh2 makanan khas dari bengkulu sumatera,,
Dlm pesantern inilah kami mengenal luas nya indonesia seluas jagat raya yg membentang di bumi,kami smua bertutur cerita tentang istimewanya daerah kita masing2,berbeda dlm arti kebersamaan,itulah yg aq rasakan,,,selalu menyatu dgn smua tmn2 se indonesia,,,indonesia kaya alam nya,,,sama sprti halnya kami semua kaya akan nilai2 kebersamaan,nilai2 yg aq pahami sbg nilai ekslusif sbgai wadah pemersatu kami dri berbagai jiwa2 yg egosentris...
Kami selalu di ajarkan toleransi dan perdamain,,walau terkadang kami smua berantem dlm kelas,tawuran di luar kelas,hanya tuk membanggakan daerah masing2,,itu dlu..bukan sekarang,,
Dimana kami smua sudah berpisah dan menjadi keluarga yg satu walau dlu tak saling mengenal,,,
Teman2 ku di angakatanku lebih dari 1000 orang,,hal itulah yg membuatku bangga kan KeINDONESIAAN di sekolah ini,,kita tetap satu jua walau asal kami berbeda,,,dari sinilah kami punya teman2 se indonesia bahkan malaysia,,,
Satu hal yg akan sulit di dpatkan di sekolah lain,,berbaur dan menjadi satu dlm keindonesian yg luas...
Sbgai wujud dri rasa keindonesiaanku,,aku mau menjadi orang pertama yg mengunjungi smua keistimewaan indonesia ini,,yah apalagi klo bukan melalui teman2 se indonesia,,,dari sanlah aku tau hal2 baru dari indonesia yg tak aku dptkan sblm nya,,,
Dari sabang hingga merauke,,,kami ada di mana2...terbentang luas dan megahnya kebersamaan ini yg akan menjadi kenangan tersendiri,,,
#Last Memories yg sulit terhapuskan#Alzaytun Internasional School..

Aku pulang ke asalku,,ke makassar di hari terkahir perpisahan smntara teman2 smua balik ke kampung masing2,,,
Kami tak akan berjumpa lagi terkecuali berjumpa dlm hangatnya sebuah kerinduan...
Aku berdarah jawa tinggal di makassar,memutuskan kembali ke kota kelahiranku,dan kuliah di sana...
Sahabatku,,iqbal atceh kuliah di mesir,,dan ia salah seorang penyair terhebat di sekolahku dlu,,,
Iqbal atceh hitam tinggi brewok,,khas sperti orang2 arab,,,
Kebanyakan lanjut kuliah di bandung,dan jadi kabogoh urang bandung,,,hehehe
Smntra aku tak bisa lanjut ke bandung,cuman kuliah di kampus swasta,,kuliah kesastraan,,hal2 yg aku minati sedari dlu,,,
Smntra sahabatku yg lain,,kuliah di jakarta,,,


Perpisahan yg akan mendewasakan kami manakala kami berjumpa lagi dlm hangatnya sebuah reuni,tempat smua nya untuk bertutur kata tentang kehidupanku,masa lalu dan masa mendatang...
Januari 2007,,,aku menghubungi iqbal manakala dia ada di atceh,,
Dan aku minta tolong pdanya aku mau menikmati indahnya alam mentawai,,alam terindah yg kurang di perhatikan,,
Akupun di sambut dgn smua tmn2ku,,,teman2 sedari dlu,,,
Mentawai pulau nya yg khas,,alam nya yg istimewa,,ombak yg begitu mengagumkan,,,plus suku aselinya sudah cukup membuktikan mentawai bukan sebuah pulau biasa...!!
Orang2 aseli mentawai begitu ramah,,,


Aku tak berani mengatakan mereka primitif,,,karena mereka dan kita sama2 belajar tentang kehidupan,tentang kehidupan hutan yg amat mereka jaga,,tak sebanding dengan kita yg mengaku modern tapi tak pernah menghargai hutan dan seisinya,,,
Itu kenangan pertamaku setelah keluar dari pesantren,,,dan melalu teman2 se indonesia,,
Aku mau mengunjungi indonesia semuanya


Tentunya dengan keindahan indonesia yang tak tergantikan,,budaya dan wisata yg sangat berbeda tiap daerah,indonesia kaya,,
Iyaaa indonesia kaya,,,kaya akan sumber wisata,,kaya akan tempat2 mengagumkan dan menakjubkan,,,
Aku mau mengunjungi setiap pulau2 di indonesia,,,
Inilah yg membuatku bangga akan indonesia...

Indonesia Kaya...!!
#bErsambung #

penantianku

Penantianku

Tuhan inginku bercengkerama tentang waktu dan penantian ini..
Tentang sebuah rasa teramat syahdu..melukiskan keindahan pelangi di hatiku

Langkah penantian tentangmu..
Tentang langkah yg terhenti,namun menyentuh kalbuku
Tentang sebuah harapan,harapan yg tak pudar oleh waktu,namun berbias indah di bibirmu
Tentang rasa syahdu ini,yang kian berbekas dengan indahnya.yang kian menyempurnakan kehidupanku

bunda

Bunda..

Dalam langkahku yang tercerai
Ada nuansa batin terikat
Memasuki sukma terdalamku
Menyemburkan syahdunya hatimu

Tak ingin pergi beranjak jauh
Inginku mengucap rasa atas apa semuanya
Entah batin berbicara apa
Jiwa dan kebaikanmu bunda tak akan bisa terukur dan tergantikan

Bunda..engkaulah malaikatku..
Malaikat kebaikanku,penyelamat kehidupanku
Yang terkadang aku jenuh dengan omelan juga amarahmu
Tapi itu yang membuatku kangen dengan bunda

Bunda,,tengoklah aku di sini,yang jauh dari keramaian kota..
Aku berbisik pada dedaunan hijau di luar sana
Akankah bundaku masih setia menemani jejak langkahku..

Tak ingin meracaukan ucapan bunda,jiwa ku selalu membatin di sanubarimu,menggetarkan aroma kehidupan yang begitu syahdu

Apa jadinya aku tanpamu.apa jadinya kami semua tanpamu..
Langkah yang tak seindah hari kemarin akan berbuah indah jika bunda ridha dan ikhlas mendoakan kita semua

Dari jauh aku hanya bisa mendoakanmu..bunda
Doa yang bukan sekedar kata kata yang melainkan airmatapun tak sanggup menterjemahkan nya....

Bunda lukisan keabadian Cinta,goresan tangan AnakRantau

kupu-kupu merindu cahaya-Nya

Kupukupu merindu cahaya-Nya

Kupu kupu itu terbang melalang buana dan hinggap di sanubariku
Seakan ia ingin menyampaikan sesuatu padaku
Tentang alam yang tak lagi ramah padanya,tentang manusia yang sering membelenggunya,juga tentang harapan yang seolah sirna begitu saja

Kupu kupu engkau makhluk indah,seindah yang telah menciptakanmu
Hamparan bantimurung begitu indah tuk ditelusuri,begitu sempurna untuk dijelajahi
Namun dibalik itu semua,mengapa jejakmu sirna seolah diraib ditelan bumi

Aku inginkan dirimu itu menampakkan senyum terindahmu,senyum tentang arti kebebasanmu
Bukan lagi hanya sekedar terbang tanpa makna
Hingga aku bisa melihatmu bersinar dibawah cahaya-Nya

hujan kerinduan

Bukan Valentine Days.

Cinta semerbak aroma keindahan yang kau ranumkan padaku
Mengalun merdu diatas singgasana cinta-Nya
Merebah di satu titik,mengaum dalam kedukaan cinta yang terselimuti awan kelabu.

Tak perlu menyibak cinta tanpa makna-Nya
Karena sesungguhnya Cinta tanpa kau maknaipun akan begitu bermakna.

Cinta tarian kolosal awan kehidupan yang mengiringi langkah,menitikkan satu langkah termegah di masa depan.
Menyenandungkan balada cinta diatas wanginya jiwa yang ditumbuhi angin syurga.
Tak pelak angin syurga itulah yang kini menjalari langkah juga hidupku.

bukan cinta sesaat

Bukan Valentine Days.

Cinta semerbak aroma keindahan yang kau ranumkan padaku
Mengalun merdu diatas singgasana cinta-Nya
Merebah di satu titik,mengaum dalam kedukaan cinta yang terselimuti awan kelabu.

Tak perlu menyibak cinta tanpa makna-Nya
Karena sesungguhnya Cinta tanpa kau maknaipun akan begitu bermakna.

Cinta tarian kolosal awan kehidupan yang mengiringi langkah,menitikkan satu langkah termegah di masa depan.
Menyenandungkan balada cinta diatas wanginya jiwa yang ditumbuhi angin syurga.
Tak pelak angin syurga itulah yang kini menjalari langkah juga hidupku.

sajak jiwa merindu

Sajak jiwa-jiwa merindu

Adakalanya Rindu itu sulit kau pahami bahkan kau cerna oleh kalbu
Karena rindu bukanlah sesuatu yang berwujud melainkan ungkapan hati yang didera bunga musim semi manakala hatimu merangkai mimpi dengan nya,,

Menakar Rindu lalu menaburkan nya dalam tiap derai nafas hidupmu??ya selayaknya itulah rindu yang sedang mengisi kekosongan hatimu
Bukan lagi rindu yang sulit mencari arti sebenarnya,melainkan dalam derai nafas nya pun. rindu telah memijarkan langkahnya.

Rindu,selayaknya musim semi saat bunga bunga sakura menghadirkan satu pesona terindah dalam hidupnya,manakala ombak senantiasa kembali ke pantai,yah persis seperti ungkapan jiwa yang merindu.

Rindupun akan sulit terbantahkan walau kau telah memahami hakekat rindu itu sendiri,jauh lebih bijaksana membiarkan bunga bunga rindu itu memekarkan mimpinya dalam jiwamu
Karena bagi rindu sendiri,kau adalah jawaban terbaik nya,manakala rindu itu tak menemukan persinggahan terbaiknya,hanya untuk sekadar merangkai mimpi diatas derai waktu yang indah.

Rindu sesuai dengan namanya,akan tetap merindu,yah merindu dalam bunga bunga yang mengakar mimpimu,mencengkeram semua rasa dahaga akan cinta,meleburkan dalam pelukan hangat sang rembulan malam ini,di bawah tatapan gemintang yang berkilauan Rindu itu akan senantiasa singgah di kelopak matamu manakala hakekatnya tak mampu kau selami sedalam hatimu yang merindunya.

khalil gibran

Cinta berlalu di depan kita, terbalut dalam kerendahan hati; tetapi kita lari dari padanya dalam ketakutan, atau bersembunyi di dalam kegelapan; atau yang lain mengejarnya, untuk berbuat jahat atas namanya.(Kahlil Gibran)

"...pabila cinta memanggilmu... ikutilah dia walau jalannya berliku-liku... Dan, pabila sayapnya merangkummu... pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu..." (Kahlil Gibran)

"Jika manusia kehilangan sahabatnya, dia akan melihat sekitarnya dan akan melihat sahabat-sahabatnya datang dan menghiburnya... Akan tetapi apabila hati manusia kehilangan kedamaiannya, dimanakah dia akan menemukannya, bagaimanakah dia akan bisa memperolehnya kembali?" (Kahlil Gibran)

"...kuhancurkan tulang-tulangku, tetapi aku tidak membuangnya sampai aku mendengar suara cinta memanggilku dan melihat jiwaku siap untuk berpetualang" (Kahlil Gibran)

"Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan karena alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta... terus hidup... sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan..." (Kahlil Gibran)

"Jangan menangis, Kekasihku... Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah... kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan" (Kahlil Gibran)

"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu... Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..." (Kahlil Gibran)

"Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini... pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang" (Kahlil Gibran)

"Setetes airmata menyatukanku dengan mereka yang patah hati; seulas senyum menjadi sebuah tanda kebahagiaanku dalam keberadaan... Aku merasa lebih baik jika aku mati dalam hasrat dan kerinduan... ketimbang jika aku hidup menjemukan dan putus asa" (Kahlil Gibran)

"Apa yang telah kucintai laksana seorang anak kini tak henti-hentinya aku mencintai... Dan, apa yang kucintai kini... akan kucintai sampai akhir hidupku, karena cinta ialah semua yang dapat kucapai... dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya" (Kahlil Gibran)

"Kemarin aku sendirian di dunia ini, kekasih; dan kesendirianku... sebengis kematian... Kemarin diriku adalah sepatah kata yang tak bersuara..., di dalam pikiran malam. Hari ini... aku menjelma menjadi sebuah nyanyian menyenangkan di atas lidah hari. Dan, ini berlangsung dalam semenit dari sang waktu yang melahirkan sekilasan pandang, sepatah kata, sebuah desakan dan... sekecup ciuman" (Kahlil Gibran)

Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri dan tiada mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri. Cinta tiada memiliki, pun tiada ingin dimiliki; Karena cinta telah cukup bagi cinta.

Cinta yang dibasuh oleh airmata, akan tetap indah dan suci selamanya. (Kahlil Gibran)

Manusia tidak dapat menuai cinta sampai dia merasakan perpisahan yang menyedihkan dan yang mampu membuka pikirannya, merasakan kesabaran yang pahit dan kesulitan yang menyedihkan. (Kahlil Gibran)

Uang receh yang engkau jatuhkan ke dalam tangan-tangan rapuh yang terulur di hadapanmu adalah satu-satunya rantai emas yang mengikat hatimu yang mulia dengan hati Tuhan yang penuh cinta. (Kahlil Gibran)

Belajar adalah memelihara benih namun tidak memberimu benih dari dirinya. (Kahlil Gibran)

Keindahan adalah sesuatu yang menarik jiwamu. Keindahan adalah cinta yang tidak memberi namun menerima. (Kahlil Gibran)

Kecantikan tidak terletak pada wajah, kecantikan adalah cahaya di dalam hati. (Kahlil Gibran)

Kemajuan bukanlah semata-mata perbaikan dari masa silam, kemajuan adalah bergerak maju menuju masa depan. (Kahlil Gibran)

Orang bodoh yang sombong menyalahkan cermin dan bukan langitnya, dan menyalahkan bayangannya dan bukan bulan yang bercahaya dari ketinggian langit. (Kahlil Gibran)

Surga bukanlah ditemukan dalam penyesalan manusia. Surga ditemukan dalam hati yang suci. (Kahlil Gibran)

Di dalam hasrat manusia, ada kekuatan kerinduan yang mengubah kabut dalam diri kita menjadi matahari. (Kahlil Gibran)

Jiwaku, kehidupan itu seperti seekor kuda di malam hari; semakin cepat larinya, semakin dekatlah pagi hari. (Kahlil Gibran)

Jiwa manusia hanyalah bagian dari lentera yang menyala yang diambil Tuhan dari diri-Nya pada saat penciptaan. (Kahlil Gibran)

Segala sesuatu yang dicintai anak-anak akan terus dikenang di dalam relung hati manusia sampai tua. Hal yang paling indah adalah bahwa jiwa kita tetap berkelana di atas tempat-tempat yang dulu pernah kita singgahi. (Kahlil Gibran)

Kematian adalah akhir dari anak-anak bumi. Tetapi bagi jiwa, kematian adalah suatu awal, suatu kemenangan akan kehidupan. (Kahlil Gibran)

Kemuliaan bukanlah terletak pada kedudukan yang mulia. Kemuliaan adalah milik mereka yang menolak kedudukan. (Kahlil Gibran)

Neraka bukan dirasakan di dalam siksaan, neraka ada di dalam hati yang hampa. (Kahlil Gibran)

Manusia yang tidak memberontak melawan penindasan berarti sudah berbuat tidak adil terhadap dirinya sendiri. (Kahlil Gibran)

Penampilan segala sesuatu berubah menurut perasaan, dan karenanya kita dapat melihat keindahan dan pesona di dalamnya, sementara pesona dan keindahan sebenarnya hanya terdapat di dalam diri kita. (Kahlil Gibran)

Manusia yang belum pernah mengalami penderitaan tidak akan pernah mengalami kebahagiaan. (Kahlil Gibran)

Rahasia sebuah hati disandangkan di dalam penderitaan, dan hanya di dalam penderitaan, sukacita bisa ditemukan. Sementara kebahagiaan hanya berfungsi untuk menyembunyikan misteri terdalam dari kehidupan. (Kahlil Gibran)

Pengetahuan terkini dari manusia adalah kabut di atas ladang. Ketika matahari beranjak naik mendekati cakrawala, kabut akan menyerah kepada cahayanya. (Kahlil Gibran)

Berpasangan engkau telah diciptakan, dan selamanya engkau akan berpasangan. Bersamalah dikau tatkala Sang Maut merenggut umurmu, Ya, bahkan bersama pula kalian, dalam ingatan sunyi Tuhan. Namun biarkan ada ruang antara kebersamaan itu, Tempat angin surya menari-nari diantaramu.............. (Kahlil Gibran)

untukmu sahabat

Untukmu Sahabat..

Telah kita lalui bersama waktu yang berderai indah,mengalunkan setiap kenangan dengan syahdunya,melukiskan cerita kehidupan kita dalam kebersamaan yang sesungguhnya.

Engkau,Sahabatku,telah menjadi setengah dari nafas perjalanan hidupku,memberiku kekuatan dashyat mengarungi derasnya kehidupan dunia.
Waktupun seakan iri dengan dengan kita,kita yang telah merobohkan kesombongan dunia,kecongkakkan masa muda yang tergerus simfoni kehidupan,bersamamu kehidupan tak sesulit yang aku bayangkan
Justru engkaulah penyelamat di detik detik terakhir kehidupan yang kejam itu.

Sahabat,walau kau kini telah ada yang memilikimu,tapi hati dan nafasku akan terus membingkai hidup dalam langkah yang mengharu biru.
Sahabat melebihi apa yang mampu aku katakan tentangmu,melebihi apa yang mampu dirapalkan hatiku saat bersamu,menjenguk setiap kisah masa lalu dalam derasnya sungai airmataku yang mengalir

Bersama dengan gemintang yang melukis kesunyian jiwanya dalam malam yang mencekam,telah kau tinggalkan aku dalam gelap malam yang merontokkan jiwa abadiku.

Kini aku melepas penat,asa dan mimpi diatas semburan masa lalu yang tenggelam bersama mentari di ufuk timur,dan kembali merangkai hidup yang telah tertinggal dalam kisah abadi yang memudarkan waktu,dalam nafas cinta yang memburu kebersamaan indah yang sesungguhnya,dalam naungan batin kehidupan yang mencerahkan jiwa dan langkahku.

mencintai dalam rasa

Ku ingin mencintaimu seperti senja yang selalu mencumbu haru desahnya bayu...
Senja yang nyaris sempurnakan lukisan hati...
Meski sesekali pilu dalam alun rindu yang tak sempat kau ketahui...

Ku menunggu dalam langkah..
Berdiri kukuh mencoba menjamah raut tersimpul pasrah...
Anggun dalam selendang jingga...
Ku menunggu hatimu terkuakkan mega...
Wajah yang dulu selalu ku kecup saat detik ingin memisahkan...

Ku kaitkan kembali hiasan kasih yang ku renda dari kebersamaan...
Menanti lembayung di tepian asmara
Menunggu surya menutup hari...
Dan gelap mengantarmu kembali...

Pada senja rinduku berbunga...
Pun jua pada senja rinduku terpusara...
Cinta memang tak sanggup kau baca sesempurna senja menenggelamkan cerita cinta...
Aku dalam balut rasa yang selalu sedia menantimu...
Pada senja yang teramat syahdu..

ungkapan rindu

Ungkapan Rindu

Pernahkah kau bayangkan
Rangkaian mimpi yang kupahat di temaram langit
Adalah wujud rinduku yang luruh dalam hening
Dan tenggelam dalam nyanyian satwa malam

Pernahkah kau bayangkan
Disetiap rentang waktu yang riuh
dimana kurekat erat binar matamu
Selalu kutitipkan harap disana
Dalam desau angin dan desir gerimis senja

Pernahkah kau bayangkan
Pada kelopak mawar disudut taman
Dan jernih embun yang menitik diatasnya
Kusimpan gigil rinduku yang membara
Dan disetiap tarikan nafasku
Selalu kupanggil namamu dalam palung jiwaku..

sahabat kian jauh

Sahabat

Waktu telah berdentang mengalunkan isyarat sahabat yang bergejolak.
Kau dengan duniamu yang baru,sementara daku di sini masih dengan ratapan masa lalu yang enggan menepi sejenak.

Waktu telah memilin kita tuk singgah di perempatan hati yang meringis nan bengis.
Akupun mengisahkan nya lewat seuntai sajak.

Dahulu kita sahabat yang tak lekang di telan ganasnya kehidupan
Dahulu kita satu jiwa yang mencintai syahdunya kebersamaan

Pada malam yang bergemuruh,menggetarkan langit mimpiku,kau menohok ku dengan sebuah kenyataan,kita sudah tak seperti layaknya sahabat kembali.
Pada titian embun yang menangis di peraduan malam ini,kau kisahkan ini hanyalah sebuah gubuk kecil tanpa penghuninya.

Kau berdansa dengan anggun nya waktu,dan akupun kembali dengan terluka dengan sisa masa lalu yang kau ranggaskan.

Tak apalah,arti jiwaku kini mulai lenyap di hadapanmu,dan tergantikan olehnya yang telah sah menjadi istrimu.

Tak ingatkah dikau sahabat,kala luka cinta membasuh perih wajahmu,akulah yang selalu mengobatimu dari isak tangis yang menggelegar itu.
Tak ingatkan dikau sahabat,kala ganasnya kehidupan merongrong jiwamu,akulah yang membelai halus kalbumu.

Kita telah berjanji bersama menjadi sahabat tapi kau sendiri yang memangkas waktu antara kita,kau lebih mengutamakan istrimu,dibanding sahabatmu yang duluan menemani langkahmu.

Kita mungkin tak layak menjadi sahabat,mana ada sahabat yang mengingkari janjinya sendiri,dan kemudian memberikan luka kepada sahabatnya sendiri.
Kitapun berpisah di keheningan malam yang mengusik jiwamu,dan biarkan aku damai di sini,tanpa jiwa yang tak memahami sahabatnya.

cinta yang tak terucap

Cinta yang tak terucap

Cinta semerbak asa mewangi jiwa
Rindu, butiran indah menggumpal di hati,merapalkan akan indahnya namamu,sejuknya hadirmu kala malam menyayat kalbu.

Rindu dan Cintaku,selalu mengawang jauh di dalam sanubari yang mengingat akan Kebesaran-Nya

Rindu dan Cintaku,selalu mampu mengecup jiwa termanismu, menasbihkan dirinya dalam perupa waktu yang berderu,

Cinta dan Rinduku selalu bermuara pada satu titik puncak kehidupan,dimana titik titik itu menyatukan kita dalam bingkai Pernikahan yang abadi

Rindu dan Cintaku,seumpama puisi yang dilantunkan kahlil gibran pada kekasih yang telah tiada,mampu menumbangkan kesedihan yang menjalari jiwa pecinta.

Rindu dan Cintaku,seumpama lautan kasih yang bening oleh hamparan semesta alam,melukiskan keindahan surga karena-Nya

Rindu dan Cintaku,ibarat kasih menunggu jiwa pendampingnya dalam masa2 penantiannya,jejaknya mampu menaklukkan jiwa-jiwa yang lagi bermuram durja

Dan sesungguhnya Kaulah Pemilik Rindu dan Cintaku,seperti matahari yang merindukan kehadiran phoenix membelai sukmanya,dalam aksara jiwa yang melantunkan tembang Keabadian-Nya.

nyanyian hujan

Nyanyian Hujan

Aku adalah bulir perak yang jatuh menciptakan galur yang diturunkan dari surga oleh dewa-dewa.
Alam kemudian mengambilku tuk menghiasi ladang-ladang
Dan lembah-lembahnya.

Aku mutiara yang cantik,yang direnggut dari Mahkota Ishtar oleh anak perempuan Fajar untuk mempercantik kebun-kebun nya.

Ketika aku menangis bukit-bukit akan tertawa;
Ketika aku merendahkan diriku kembang-kembang bersuka ria;
Ketika aku menunduk,semua makhluk bergembira.

Ladang dan awan adalah para pecinta
Dan diantara mereka adalah aku sebagai pembawa pesan belas kasih.
Aku memuaskan dahaga salah satu dari mereka;
Aku obat bagi sakit yang lainnya.
Suara petir menyambut kehadiranku;
Pelangi mengantarkan keberangkatanku.

Aku mirip kehidupan duniawi,yang mula pada kaki-kaki elemen yang marah dan berakhir di bawah sayap kematian yang terentang.

Aku muncul dari hati lautan dan melayang dengan angin sepoi
Ketika aku melihat sebuah ladang dengan kebutuhan nya,aku turun dan memeluk bunga-bunga dan pepohonan dalam jutaan jalan kecil.

Aku menyentuh dengan lembut kaca jendela dengan jemari halusku,dan maklumatku adalah lagu penyambutan.
Semua dapat mendengar,tetapi hanya yang peka dapat memahami.

Panas di dalam udara menciptakan kelahiranku,tetapi sebaliknya aku membunuhnya,seperti perempuan mengatasi lelaki dengan Kekuatan yang diambilnya dari lelaki itu.

Aku adalah desahan lautan;
Tawa padang rumput;
Air mata surga;
Maka dengan cinta-
Desahan dari dalam laut dipenuhi kasih sayang;
Tawa dari padang spirit menjadi berwarna warni;
Air mata dari surga sarat kenangan tanpa akhir

*khalil gibran*

hikayat terpendam

Hikayat Terpendam

Bolehkan aku berkisah tentang hikayat yang terpendam?
Bolehkan aku menitipkan rindu ini pada selaksa mimpi yang mengukir kebersamaan abadi?
Bolehkan aku goreskan kekata penuh makna dalam lantunan jiwa merindu?
Bolehkah aku mengabadikan jejak kita yang tenggelam di balik senja sore itu?.

dan bebatuan yang membisupun tak akan mampu melukis perihal jiwa yang berseri indah,pada rangkaian mimpi yang kupahat dengan guratan waktu yang berdesir,mengecup kenangan demi kenangan dalam jiwa yang bahagia,mencumbu setiap desah nafas yang tertinggal di balik tebing-tebing yang indah,agar siapapun yang datang kemudian hari mampu meresapi dan memaknai kehadiran kita di balik senja yang telah menguning.

Kala semburat asa menidurkan kita dalam langkah yang damai,dalam jiwa yang senantiasa menyebut Kebesaran-Nya
Cinta Sang Angin

Ada rona yang dilukiskan pada altar langitnya
merah membara bersama lembayung senja
Terekam dalam sanubari jejak purnama yang tenggelam dibalik awan...
...

Aku ingin terbenam bersama cinta sang angin
dinginnya membuat raga menggigil dan membeku,
kehangatannya memberi aroma rasa syahdu...

Gemerisik diantara ruang ruang yang kian sunyi
karena ada bisikan tentang kegelisahan relung hati....

Ketika senja turun bukit serasa tak berpenghuni
Kenalilah musim hujan yang akan mengecup bumi
dan kemarau panjang yang akan singgah menepi
yang merintokkan daun daun kering setiap hari...

Diantara dua musim cintaku akan tetap bersemi
rindu ku akan selalu menggumpal di relung hati
duhai sang hati,,....

Hari hariku adalah catatan tentang cinta suci
yang tersulam indah di peraduan malam ini....

Puisiku yang terbit di Harian Fajar.koran Lokal Makassar.edisi 13 April 2014

karena kau.....

Karena kau serupa tatapan lembut sang angin pada malam yang menyampaikan benih-benih kerinduan yang mendalam

Karena kau serupa embun di pagi hari yang memancarkan jiwa-jiwa keindahan meraga sukma kala mentari keluar dari persembunyian nya

Karena kau serupa bisikan sendu gemintang di subuh hari kala mentari akan menapak tinggi ke ufuk barat.

*karena kau serupa kekata yang tak mampu aku rapalkan di jiwa yang hening*

Bagas il Romanista

karena rindu.....

Jika rindu tiada mampu terucap,maka
Ku titipkan saja pada angin yang berhembus mesra pagi ini,agar siapapun yg melihatnya
memahami rindu yang kian tak bertepi

Jika rindu tiada mampu terungkapkan,maka
Ku titipkan saja pada mentari yang keluar dari peraduan nya,agar siapapun yang melihatnya bisa menyerapi rindu yang mulai mengakar itu.

Karena rindu adalah jawaban dari hati yang gelisah di ujung kembara,maka simpan saja rindu itu pada kisah berikutnya yang akan menjejak bumi.

Karena rindu adalah perjalanan hati mencari nikmat surgawi,maka biarkanlah rindu itu menjadi penyejuk jiwa kala kau dahaga akan cinta-Nya.

ku ingin seperti matahari

Ku ingin Seperti Matahari ..!

Mengapa lelaki tetap ingin menjadi matahari? Seorang perempuan bertanya pada seorang lelaki tentang cinta dan harapan. Perempuan berkata ingin menjadi bunga terindah di dunia dan lelaki berkata ingin menjadi matahari. perempuan tidak mengerti kenapa lelaki ingin jadi matahari, bukan kupu kupu atau kumbang yang bisa terus menemani bunga.

Perempuan berkata ingin menjadi rembulan dan lelaki berkata ingin tetap menjadi matahari. Perempuan semakin bingung karena matahari dan bulan tidak bisa bertemu, tetapi lelaki ingin tetap jadi matahari.

Perempuan berkata ingin menjadi Phoenix yang bisa terbang ke langit jauh di atas matahari dan lelaki berkata ia akan selalu menjadi matahari. Perempuan tersenyum pahit dan kecewa. Perempuan sudah berubah 3 kali namun lelaki tetap keras kepala ingin jadi matahari tanpa mau ikut berubah bersama perempuan. Maka perempuan pun pergi dan tak pernah lagi kembali tanpa pernah tahu alasan kenapa lelaki tetap menjadi matahari.

Tinggalah lelaki merenung sendiri dan menatap matahari.

Saat perempuan menjadi bunga, lelaki ingin menjadi matahari agar bunga dapat terus hidup. Matahari akan memberikan semua sinarnya untuk bunga agar ia tumbuh, berkembang dan terus hidup sebagai bunga yang cantik. Walau matahari tahu ia hanya dapat memandang dari jauh dan pada akhirnya kupu kupu yang akan menari bersama bunga. Ini disebut kasihyaitu memberi tanpa pamrih.

Saat perempuan jadi bulan, lelaki tetap menjadi matahari agar bulan dapat terus bersinar indah dan dikagumi. Cahaya bulan yang indah hanyalah pantulan cahaya matahari, tetapi saat semua makhluk mengagumi bulan siapakah yang ingat kepada matahari. Matahari rela memberikan cahayanya untuk bulan walaupun ia sendiri tidak bisa menikmati cahaya bulan, dilupakan jasanya dan kehilangan kemuliaan nya sebagai pemberi cahaya agar bulan mendapatkan kemuliaan tersebut. Ini disebut dengan Pengorbanan, menyakitkan namun sangat layak untuk cinta.

Saat perempuan jadi Phoenix yang dapat terbang tinggi jauh ke langit bahkan di atas matahari, lelaki tetap selalu jadi matahari agar Phoenix bebas untuk pergi kapan pun ia mau dan matahari tidak akan mencegahnya. Matahari rela melepaskan phoenix untuk pergi jauh, namun matahari akan selalu menyimpan cinta yang membara di dalam hatinyahanya untuk phoenix. Matahari selalu ada untuk Phoenix kapan pun ia mau kembali walau phoenix tidak selalu ada untuk matahari. Tidak akan ada makhluk lain selain Phoenix yang bisa masuk ke dalam matahari dan mendapatkan cinta nya.

Ini disebut dengan Kesetiaan, walaupun ditinggal pergi dan dikhianati namun tetap menanti dan mau memaafkan. Lelaki tidak pernah menyesal menjadi matahari bagi Perempuan.

Salam cinta untuk semua manusia di bumi ini.

Perindu hujan

Aku merindukan hujan,yang turun ketika matahari menangis dan ia menampakkan tangisan nya yang begitu deras,sederas hati yang lagi dilanda hujan asmara
Merindukan hujan yang selalu memberi arti cinta dalam setiap kenangan yang berbeda
Juga memberikan nuansa kehangatan yang teristimewa di kalbu ini

Matahari tak akan pernah berhenti untuk memekikkan semua tangisan nya,tangisan kehidupan yang merindukan hujan berseri seri di hidup seseorang
Ketika angin kehidupan mengusikmu,ingatlah ketika hujan membelaimu dengan sangat istimewanya di malam terindahmu
Juga ketika hujan kerinduan menyelip di sanubarimu lalu mengukir nama indahnya

Dialah nama terindah yang menyelip di sanubari,merangkak naik ke ubun hati terdalammu
Lalu meneriakkan kata cinta padamu
Kata yang bukan sekedar kata kata biasa,bukan pula rayuan gombal ala dashyat
Tapi kesungguhan hati yang enggan berpaling dari hati dan mimpi indahmu
Dan izinkan hamba ini memimpikanmu dalam setiap hujan yang turun lalu menikmatinya bersama kenangan yang terlewati
Sesungguhnya hanya lewat hujan,aku bisa menikmati kerinduan dalam kasih yang tak terbatas,,
Menyelami setiap kisah kehidupan yang terukir dalam sajak sederhana ini
Lalu meleburkan nya bersama awan hitam dan senja kelabu di ufuk timur

Sesungguhnya akulah penikmat rindu dan cinta tak terbatasmu dalam tangisan matahari yang tak diabaikan oleh rembulan
Sungguh perindu dan penikmat hujan
Aku menyebut diri ini

aku dan FLP

Aku dan FLP

Telah ku ukir bayang dan asaku dalam rerupa rindu yang membatin.
ranum dalam sajak yang membahana jiwa
Mekar dalam untaian kata yang mempesona hati
Menerbitkan mimpiku diatas indahnya hidup

Kini di rumah cinta yang bernama FLP,rasa itu kembali dengan syahdunya,mengukirkan bayang kehidupan dengan sempurna.
Akhirnya nafas bernadakan cinta itu mengaliri jiwaku,menanamkan satu ukiran kehidupan yang megah,menjadikan setiap jiwa bermakna.

Kau adalah Rumah bagi impian calon penulis,calon calon yang menitipkan mimpinya pada megahnya langit yang berwarna,pada kekal nya matahari menyinari bumi,pada seuntai nafas yang merindukan embun embun penyegar jiwa.

Kini bersama FLP,bayang bayang masa lalu telah terperangkap dalam goa mimpi yang fana,berganti dengan asa yang begitu membahana meranumkan setiap langkahku,

FLP,bukan Sekedar Rumah bagiku,tapi tempat terindah yang pernah aku singgahi,tempat yang begitu mampu membangkitkan semangat mudaku guna membakar luka luka masa lalu.

sepucuk surat yang merindu

Sepucuk Surat Dan Tangkai yang Merindu.

Untukmu wahai Bidadari yang menanti cinta sejati,telah kau ranumkan kisah dalam memori yang membekas di kalbu,telah kau lukis kasih diatas cinta yang menggugah hati.

Untukmu wahai Bidadari yang akan mengisi hari-hari indahku,yang akan menjadi surga terindahku,yang akan menenangkan langkahku.

Tenanglah dalam pencarian cintamu,dalam istikharoh cinta mengharap Ridha-Nya,dalam malam yang merindukan senyuman rembulan.
Dalam untaian sajak yang membahana jiwa,merekatkan kembali kisah yang tak utuh.

Bidadariku,akupun sama denganmu,menanti kebersamaan ini hinggap di hadapan kita,dan merapalkan semua doa diatas cinta yang akan kita ukir bersama.
Wahai Bidadariku dimanapun jua engkau berada,jangan pernah mengeluh soal jodoh yang akan menghampirimu,tetaplah tawakkal dan percaya pada semua sunnah yang telah di gariskan-Nya.
Karena sesungguhnya asaku,mimpiku,semua harapan terpendamku,akan selalu mengarah ke jantung hati terdalammu.
Gapailah aku dalam jiwamu yang menginginkan cinta dalam makrifat,dalam hakekat jiwa yang merindu,dalam doa doa yang tak pernah tersentuh batin.

Sesungguhnya,Engkaulah Harapan dari semua harapanku,tempatku memudarkan segala keluh kesah kehidupan,persinggahan abadi dalam jiwa yang abadi pula.

Karena sesungguhnya engkau adalah impianku dari segala impian kehidupan yang belum aku jamah,yang belum aku temui dalam hangatnya takdir yang membelai kalbu.

Maka perbaikilah hati,iman dan sanubari dalam mimpi yang merekahkan batin,akupun jua akan seperti itu,menantimu setia diatas cinta yang menggurita kehidupan,dalam rangkaian kehidupan yang menyebut Kebesaran-Nya.

Minggu, 18 Mei 2014

sejatinya indonesia

Indonesia Sejati

Indonesia
Negeri bagi para pemimpi
Bermimpi menjadi negeri yang sejati
Manakala wajah-wajah palsu itu menghiasi layar kaca
Dengan semangat menggebu,yang katanya demi rakyat,mereka yang berpeluh kesah diatas pajak yang negara terima,tak mendapatkan haknya secuilpun.
Sungguh Ironis,!
Sungguh mengoyak batin rakyat
Tanpa pernah mereka menyadari ulahnya
Anganpun redup ditiup angin kegelisahan yang menyandera jiwa mereka.

Indonesia
Negeri yang katanya subur
Tapi suburnya bukan subur yang sesungguhnya
Melainkan subur menggadai kepentingan negeri
Oleh siapa?
Oleh mereka yang dibutakan mata hatinya
Oleh mereka yang mengaku rakyat sejati!

Indonesia
Hendak akan dibawa kemana langkah bangsa ini?
Apa menuju liang-liang kuburan yang terbuka lebar,menunggu untuk meratakan semua mimpi kosong itu
Ataukah masih mampu berdiri tegak seraya berkata
"Inilah negeri yang mencari pembenaran akan hakekat sejatinya"

Indonesia
Apa kau masih mampu mendengar tangisan rakyatmu?
Dengarlah rintihan rengekan rakyatmu
Sesungguhnya,batin kami semua selaku rakyatmu,akan mampu menyuarakan kebenaran walau banyak belati yang menghadang di permukaan.
Oleh mereka yang :
Jiwa jiwa yang telah membekap perjalanan bangsanya sendiri
Jiwa-jiwa yang telah terkungkung oleh hedonisnya kebersamaan mereka
Karena bagi kami,indonesia harga mati diatas jiwa yang menuntut kemerdekaan sejati.

nafas pemberontakan

Nafas Pemberontakan,Jiwa keabadian

Telah tertumpah darah penuh sayatan luka sejarah
Merenggut nafas yang tak berdosa
Menghardik langkah yang berani menentang
Kisruh sudah hikayat bangsa ini
Pada siapa kami mengadu?
Akankah pada senja yang bergelinangan airmata kemaren sore,kami menuangkan derita kami?
Ataukah masih ada rinai hujan yang teduh yang akan membasuh wajah kami.

Mimpi kami telah lenyap oleh takdir yang kian kelam
Menyisakan satu pertanyaan?
Siapa yang harus bertanggung jawab?
Melihat ketidakadilan memihak kami,jiwa yang diburu oleh kematian yang abadi.
Menyaksikan anak negeri tak berdosa jadi lumbung pemanfaatan yang legal.
Akankah semua hanya menjadi angan tanpa realita?
Ku saksikan ibu pertiwiku menangis tersedu,tersedak oleh maha masalah di negeri ini.
Mentaripun tak kuasa menghentikan tangisan Ibu Pertiwi.
Hanya saja,ku harap masih ada yang cinta negeri ini,tanpa embel-embel ini itu.
Berharap masih ada yang berani menantang keburukan yang merajalela di hadapanku.

Damn I Love Indonesia.
Walau banyak lika-liku yang menerjangnya.
Indonesia akan tetap bermuara di hati kami.
Mimpi kamipun akan tetap sama,menanti fatamorgana semu itu menghilang dari peraduan nya,pun esok mentari akan mengikis kelamnya luka.
Karena sejatinya,Indonesia tetaplah indonesia,negeri yang akan mengakarkan mimpi kami di pelupuk senja yang telah menghilang.

ketika cintaku bersemi di leang leang

Ketika Cintaku bersemi di leang leang

Leang leang,tempatku melabuhkan rindu pada alam yang menjuntai indah.
Menyibak asa dibalik mentari yang merekah. senyuman.
Mencumbu batin dalam naungan rembulan yang menyemai jiwa
Pun cintaku akan tetap mampu menyenandungkan hikmatnya dalam senja yang telah menguning.

Kau sandarkan hati pada jejak kisah yang telah meranum,pada sebongkah cerita yang telah mengenang masa.
Kau rapalkan cinta yang telah terbujur kaku dalam sandiwara kehidupan
Pun kecupan kecupan manis tetesan hujan pada bumi tak mampu mengakhiri kegelisahan hati.

Karena leang leanglah asal jiwa dipertautkan dalam rindu yang tak bertepi,dalam kecupan manis sang rembulan pada malam yang mendesah rayuan.

Rindu enggan tersenyum

Rindu Enggan Tersenyum

Telah kau lantunkan sajak sajak rindu pada langit yang membahana.
Telah terukir sekuntum mawar cinta diatas duri luka masa lalu,terangkai dalam mimpi kecilku.

Kau menitipkan rindu pada sejengkal kisah yang telah usang,menghadirkan cerita lama tentang kita.
Kau mendengdankan syahdunya cintamu diatas luka yang membatin sunyi di kegelapan.

Aku masih dengan luka masa lalu,luka luka yang kini menjadi sahabat setiaku,kala cinta tak memberiku satu harapan indah.
Masih dengan senyap sunyi jiwa,kala kebersamaan tak begitu berarti bagiku.
Masih dengan harapan semu tergores awan kelabu masa lalu,kala fatamorgana cinta telah memabukkan langkahku.

Rindu,enggan pergi dari jiwa yang meratapinya,enggan berkelit dari kisah suram nan menyedihkan jiwa.
Kala harapan tak sesuai harapan,aku hanya pasrah ini jalan cinta yang telah digoreskan-Nya untuk aku,bukan sekedar rayuan maut penuh pesona,bukan sekedar rindu tanpa realita cinta yang sesungguhnya.

sajak sajak bebas

Kumpulan Sajak pribadi

1.Lembaran jiwa Usang

Pada sejengkal kisah yang telah usang,terdapat lembaran-lembaran jiwa yang tak pernah utuh kembali.
Manakala rindu itupun bersembunyi dari peraduan nya.

Pada sejengkal langkah yang telah membiru,terdapat luka-luka masa lalu yang enggan pergi dari kesunyian kalbu.
Manakala jiwa tak menjumpai apa yang dikehendakinya,maka bersabarlah hati dalam nuansa rerupa rindu yang membatin,dalam sajak jiwa yang membahana.

2.Peluk Rindu Yang Berseru

Dalam derai nafas kehidupan yang terlewati,terdapat luka batin yang menganga manakala jiwa tak bersua impian nya.

Dalam derai detak waktu yang usang,terdapat panah panah asmara yang tak berkesudahan,manakala jiwa tak menjumpai hakekatnya.

Dalam lembaran kisah masa lalu,terdapat berkeping keping jiwa yang telah meranum lalu menasbihkan dirinya diatas jiwa yang ia singgahi,manakala hati sudah meninggalkan jejak cinta teramat dalam.

Dalam peluk rindu yang berseru,terdapat,wajah wajah yang samar namun berbekas di hati,manakala jiwa yang merindu meninggalkan kisahnya sendiri.

3.Senja berlinang air mata

Lihatlah senja yang menampakkan wajahnya setelah mentari memilih pergi dari peraduanya
Mampukah kau resapi jiwaku dalam setiap tetesan embun yang menyejukkan kalbu

Tengoklah ke dalam jiwaku yang memanggil namamu dalam keriuhan malam yang menggema
Tengoklah ke dalam labirin mimpiku yang mengalunkan sayhdunya namamu dalam cahaya cinta

Sesungguhnya namamu tak akan pernah terhapus oleh waktu sekalipun kau telah tiada..

4.Rembulan

Rembulan telah menapak janji setia pada keriuhan malam yang menggema,mengusik jiwa jiwa yang mengakar mimpinya,pun rinduku bersemayam dengan lebatnya di relung kalbu, mengukir semua rasa yang mulai merambat langkah,lalu kemudian terbang mengawang jauh ke cakrawala,mengumandangkan megahnya namamu dalam doa yang tak tersentuh

5.Rindu di bulan mei

Banyak yang berkata bulan mei adalah bulan penuh rindu yang berpendar,tapi mengapa ku dapati diriku serupa bebatuan yang membisu,yang sering kali meringkih pelan diatas mentari yang terik,pun ia tak mampu menjelaskan keberadaan nya pada penghujung waktu yang berderu.

6.Tarian pena

Tahukah kau dalam tiap tarian pena menyuci jiwa,terdapat makna-makna bahasa yang menyempurnakan keindahan-Nya
Tahukah kau dalam tiap goresan pena yang mengantarku pada rindu yang tak bertepi,terdapat bait jiwa penuh kemesraan yang mendendangkan aksara puitisnya.

Dan tahukah juga kau,dalam tiap jejak jengkal kisah yang mewarnai bumi,terdapat hati yang tak pernah utuh kembali,manakala jiwa tak menjumpai peraduannya.

7.Sayap-sayap rinduku

Dalam heningnya jiwaku terdampar angin kerinduan yang begitu dalam
Rindu ini tak mampu melukisnya,menjadikannya sketsa cinta yang indah nan agung
bilaaa sayap sayap rinduku bergetar menyenandungkan indah namamu,itulh saatnya kau menari diatas hangatx cinta

8.Refleksi Akhir Tahun 2013..

Langkahku ini masih jua tak berubah..
Detak waktupun seakan begitu memudar
Jiwa yang hening akan harapan dan impian
Melangkah walau hanya sebatas anganku

Waktu seakan terhenti manakala impianku raib
Aku masih dengan harap pinta dan doaku
Hanya ingin melangkah walau terkadang sulit aku melaluinya...
Dan tak jarangpula aku hanya berteman dengan bayang kehidupan...

9.Terjemahan Rindu

Terkadang rindu ini sulit tuk di jelaskan
Kerana rinduku ini ibarat senja di ufuk timur,indah tapi tak bisa di sentuh
Rinduku ini ibaratnya menggenggam langit penuh bintang,indah namun tak tersirat.
Rindu ku sungguh tak tersentuh,tak terjamah oleh kehadiranmu,hanya terkadang rinduku ini selalu terbawa dingin nya angin malam

Malam merindu,merindu malam

Malam Merindu,Merindu Malam.

Senja telah menguning di peraduan nya,meninggalkan jejak yang akan disambut hangat oleh malam.
Malampun menyampaikan kisahnya pada angin yang berhembus syahdu nan merdu,menelungkupkan jiwa pada rerupa rindu yang telah membatin di kalbu.

Aku merindu malam,sejauh malam telah menapak janji setia pada rembulan yang tersedu haru,akupun menanggalkan kisahku pada lembaran jiwa yang melukis namamu tanpa jeda.
Pun mengibarkan sayap-sayap rinduku pada cakrawala yang terbentang luas,agar siapapun mampu melihat rinduku dalam desahan nafas yang menyebut namanya.

Aku menjejak dalam malam yang menyelimuti semburat asaku,pun mengikis jiwa kegelisahan yang akan merongrong nafasku.
Karena rinduku sesungguhnya tiada mampu terwakilkan oleh mereka yang tak memahaminya.
Karena rinduku terkadang sungguh tak tersentuh,
Tak terjamah oleh kehadiranmu,bahkan seringkali terbawa dingin nya angin malam yang yang tiada mampu kau memahaminya.

Rindu peluk batin dalam keniscayaan jiwa dan mimpi yang merenggut kisah dalam memoar indah malam ini,jejaknya tiada mampu tersampaikan kecuali mereka yang memahami isyarat rindu tak bertepi,memaknai kisah dalam dekapan rindu yang menggumpalkan langkah.

Senandung Rindu

Senandung Rindu
Alam telah menyenandungkan rindu ku pada hamparan langit yang megah,menitipkan satu keindahan pada jiwa berpendarkan asa
Temaram langit kian kokoh mencengkeram imajiku dalam balutan sayap-sayap cinta-Nya
Burung-burungpun ikut menari bersama dalam manisnya kecupan senja pada waktu yang berderu.

Rindukupun jua masih sama,bahkan terlalu sering menukik jauh ke palung jiwaku,menasbihkan dirimu dalam megahnya namamu yang kian menggumpal.
Dan sayap-sayap rindukupun persis sama,dengan belaian takdir yang kian mempesona jiwa,pun wajahmu telah terperanjat dalam mimpi yang mengawang ke cakrawala.

Dan akhirnya Rinduku menemukan persinggahan abadinya,,menyinggahi kelopak jiwa yang mekar dalam taman-taman cinta,pun menorehkan kisah yang akan abadi di penghujung waktu.
Karena Rinduku akan selalu merapalkan namamu,mengecup kening jiwamu dalam rataan rinai hujan yang membasahi bumi.
Pun diantara jeda rataan hujan itu,wajahmu akan selalu teriang-iang di balik sendu yang mendera.