Minggu, 18 Mei 2014

sajak sajak bebas

Kumpulan Sajak pribadi

1.Lembaran jiwa Usang

Pada sejengkal kisah yang telah usang,terdapat lembaran-lembaran jiwa yang tak pernah utuh kembali.
Manakala rindu itupun bersembunyi dari peraduan nya.

Pada sejengkal langkah yang telah membiru,terdapat luka-luka masa lalu yang enggan pergi dari kesunyian kalbu.
Manakala jiwa tak menjumpai apa yang dikehendakinya,maka bersabarlah hati dalam nuansa rerupa rindu yang membatin,dalam sajak jiwa yang membahana.

2.Peluk Rindu Yang Berseru

Dalam derai nafas kehidupan yang terlewati,terdapat luka batin yang menganga manakala jiwa tak bersua impian nya.

Dalam derai detak waktu yang usang,terdapat panah panah asmara yang tak berkesudahan,manakala jiwa tak menjumpai hakekatnya.

Dalam lembaran kisah masa lalu,terdapat berkeping keping jiwa yang telah meranum lalu menasbihkan dirinya diatas jiwa yang ia singgahi,manakala hati sudah meninggalkan jejak cinta teramat dalam.

Dalam peluk rindu yang berseru,terdapat,wajah wajah yang samar namun berbekas di hati,manakala jiwa yang merindu meninggalkan kisahnya sendiri.

3.Senja berlinang air mata

Lihatlah senja yang menampakkan wajahnya setelah mentari memilih pergi dari peraduanya
Mampukah kau resapi jiwaku dalam setiap tetesan embun yang menyejukkan kalbu

Tengoklah ke dalam jiwaku yang memanggil namamu dalam keriuhan malam yang menggema
Tengoklah ke dalam labirin mimpiku yang mengalunkan sayhdunya namamu dalam cahaya cinta

Sesungguhnya namamu tak akan pernah terhapus oleh waktu sekalipun kau telah tiada..

4.Rembulan

Rembulan telah menapak janji setia pada keriuhan malam yang menggema,mengusik jiwa jiwa yang mengakar mimpinya,pun rinduku bersemayam dengan lebatnya di relung kalbu, mengukir semua rasa yang mulai merambat langkah,lalu kemudian terbang mengawang jauh ke cakrawala,mengumandangkan megahnya namamu dalam doa yang tak tersentuh

5.Rindu di bulan mei

Banyak yang berkata bulan mei adalah bulan penuh rindu yang berpendar,tapi mengapa ku dapati diriku serupa bebatuan yang membisu,yang sering kali meringkih pelan diatas mentari yang terik,pun ia tak mampu menjelaskan keberadaan nya pada penghujung waktu yang berderu.

6.Tarian pena

Tahukah kau dalam tiap tarian pena menyuci jiwa,terdapat makna-makna bahasa yang menyempurnakan keindahan-Nya
Tahukah kau dalam tiap goresan pena yang mengantarku pada rindu yang tak bertepi,terdapat bait jiwa penuh kemesraan yang mendendangkan aksara puitisnya.

Dan tahukah juga kau,dalam tiap jejak jengkal kisah yang mewarnai bumi,terdapat hati yang tak pernah utuh kembali,manakala jiwa tak menjumpai peraduannya.

7.Sayap-sayap rinduku

Dalam heningnya jiwaku terdampar angin kerinduan yang begitu dalam
Rindu ini tak mampu melukisnya,menjadikannya sketsa cinta yang indah nan agung
bilaaa sayap sayap rinduku bergetar menyenandungkan indah namamu,itulh saatnya kau menari diatas hangatx cinta

8.Refleksi Akhir Tahun 2013..

Langkahku ini masih jua tak berubah..
Detak waktupun seakan begitu memudar
Jiwa yang hening akan harapan dan impian
Melangkah walau hanya sebatas anganku

Waktu seakan terhenti manakala impianku raib
Aku masih dengan harap pinta dan doaku
Hanya ingin melangkah walau terkadang sulit aku melaluinya...
Dan tak jarangpula aku hanya berteman dengan bayang kehidupan...

9.Terjemahan Rindu

Terkadang rindu ini sulit tuk di jelaskan
Kerana rinduku ini ibarat senja di ufuk timur,indah tapi tak bisa di sentuh
Rinduku ini ibaratnya menggenggam langit penuh bintang,indah namun tak tersirat.
Rindu ku sungguh tak tersentuh,tak terjamah oleh kehadiranmu,hanya terkadang rinduku ini selalu terbawa dingin nya angin malam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar