Nafas Pemberontakan,Jiwa keabadian
Telah tertumpah darah penuh sayatan luka sejarah
Merenggut nafas yang tak berdosa
Menghardik langkah yang berani menentang
Kisruh sudah hikayat bangsa ini
Pada siapa kami mengadu?
Akankah pada senja yang bergelinangan airmata kemaren sore,kami menuangkan derita kami?
Ataukah masih ada rinai hujan yang teduh yang akan membasuh wajah kami.
Mimpi kami telah lenyap oleh takdir yang kian kelam
Menyisakan satu pertanyaan?
Siapa yang harus bertanggung jawab?
Melihat ketidakadilan memihak kami,jiwa yang diburu oleh kematian yang abadi.
Menyaksikan anak negeri tak berdosa jadi lumbung pemanfaatan yang legal.
Akankah semua hanya menjadi angan tanpa realita?
Ku saksikan ibu pertiwiku menangis tersedu,tersedak oleh maha masalah di negeri ini.
Mentaripun tak kuasa menghentikan tangisan Ibu Pertiwi.
Hanya saja,ku harap masih ada yang cinta negeri ini,tanpa embel-embel ini itu.
Berharap masih ada yang berani menantang keburukan yang merajalela di hadapanku.
Damn I Love Indonesia.
Walau banyak lika-liku yang menerjangnya.
Indonesia akan tetap bermuara di hati kami.
Mimpi kamipun akan tetap sama,menanti fatamorgana semu itu menghilang
dari peraduan nya,pun esok mentari akan mengikis kelamnya luka.
Karena sejatinya,Indonesia tetaplah indonesia,negeri yang akan mengakarkan mimpi kami di pelupuk senja yang telah menghilang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar