Senin, 19 Mei 2014

sahabat kian jauh

Sahabat

Waktu telah berdentang mengalunkan isyarat sahabat yang bergejolak.
Kau dengan duniamu yang baru,sementara daku di sini masih dengan ratapan masa lalu yang enggan menepi sejenak.

Waktu telah memilin kita tuk singgah di perempatan hati yang meringis nan bengis.
Akupun mengisahkan nya lewat seuntai sajak.

Dahulu kita sahabat yang tak lekang di telan ganasnya kehidupan
Dahulu kita satu jiwa yang mencintai syahdunya kebersamaan

Pada malam yang bergemuruh,menggetarkan langit mimpiku,kau menohok ku dengan sebuah kenyataan,kita sudah tak seperti layaknya sahabat kembali.
Pada titian embun yang menangis di peraduan malam ini,kau kisahkan ini hanyalah sebuah gubuk kecil tanpa penghuninya.

Kau berdansa dengan anggun nya waktu,dan akupun kembali dengan terluka dengan sisa masa lalu yang kau ranggaskan.

Tak apalah,arti jiwaku kini mulai lenyap di hadapanmu,dan tergantikan olehnya yang telah sah menjadi istrimu.

Tak ingatkah dikau sahabat,kala luka cinta membasuh perih wajahmu,akulah yang selalu mengobatimu dari isak tangis yang menggelegar itu.
Tak ingatkan dikau sahabat,kala ganasnya kehidupan merongrong jiwamu,akulah yang membelai halus kalbumu.

Kita telah berjanji bersama menjadi sahabat tapi kau sendiri yang memangkas waktu antara kita,kau lebih mengutamakan istrimu,dibanding sahabatmu yang duluan menemani langkahmu.

Kita mungkin tak layak menjadi sahabat,mana ada sahabat yang mengingkari janjinya sendiri,dan kemudian memberikan luka kepada sahabatnya sendiri.
Kitapun berpisah di keheningan malam yang mengusik jiwamu,dan biarkan aku damai di sini,tanpa jiwa yang tak memahami sahabatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar