Sepucuk Surat Dan Tangkai yang Merindu.
Untukmu wahai Bidadari yang menanti cinta sejati,telah kau ranumkan
kisah dalam memori yang membekas di kalbu,telah kau lukis kasih diatas
cinta yang menggugah hati.
Untukmu wahai Bidadari yang akan mengisi hari-hari indahku,yang akan menjadi surga terindahku,yang akan menenangkan langkahku.
Tenanglah dalam pencarian cintamu,dalam istikharoh cinta mengharap Ridha-Nya,dalam malam yang merindukan senyuman rembulan.
Dalam untaian sajak yang membahana jiwa,merekatkan kembali kisah yang tak utuh.
Bidadariku,akupun sama denganmu,menanti kebersamaan ini hinggap di
hadapan kita,dan merapalkan semua doa diatas cinta yang akan kita ukir
bersama.
Wahai Bidadariku dimanapun jua engkau berada,jangan pernah
mengeluh soal jodoh yang akan menghampirimu,tetaplah tawakkal dan
percaya pada semua sunnah yang telah di gariskan-Nya.
Karena sesungguhnya asaku,mimpiku,semua harapan terpendamku,akan selalu mengarah ke jantung hati terdalammu.
Gapailah aku dalam jiwamu yang menginginkan cinta dalam makrifat,dalam
hakekat jiwa yang merindu,dalam doa doa yang tak pernah tersentuh batin.
Sesungguhnya,Engkaulah Harapan dari semua harapanku,tempatku memudarkan
segala keluh kesah kehidupan,persinggahan abadi dalam jiwa yang abadi
pula.
Karena sesungguhnya engkau adalah impianku dari segala
impian kehidupan yang belum aku jamah,yang belum aku temui dalam
hangatnya takdir yang membelai kalbu.
Maka perbaikilah
hati,iman dan sanubari dalam mimpi yang merekahkan batin,akupun jua akan
seperti itu,menantimu setia diatas cinta yang menggurita
kehidupan,dalam rangkaian kehidupan yang menyebut Kebesaran-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar