Malam Merindu,Merindu Malam.
Senja telah menguning di peraduan nya,meninggalkan jejak yang akan disambut hangat oleh malam.
Malampun menyampaikan kisahnya pada angin yang berhembus syahdu nan
merdu,menelungkupkan jiwa pada rerupa rindu yang telah membatin di
kalbu.
Aku merindu malam,sejauh malam telah menapak janji setia
pada rembulan yang tersedu haru,akupun menanggalkan kisahku pada
lembaran jiwa yang melukis namamu tanpa jeda.
Pun mengibarkan sayap-sayap rinduku pada cakrawala yang terbentang
luas,agar siapapun mampu melihat rinduku dalam desahan nafas yang
menyebut namanya.
Aku menjejak dalam malam yang menyelimuti semburat asaku,pun mengikis jiwa kegelisahan yang akan merongrong nafasku.
Karena rinduku sesungguhnya tiada mampu terwakilkan oleh mereka yang tak memahaminya.
Karena rinduku terkadang sungguh tak tersentuh,
Tak terjamah oleh kehadiranmu,bahkan seringkali terbawa dingin nya angin malam yang yang tiada mampu kau memahaminya.
Rindu peluk batin dalam keniscayaan jiwa dan mimpi yang merenggut kisah
dalam memoar indah malam ini,jejaknya tiada mampu tersampaikan kecuali
mereka yang memahami isyarat rindu tak bertepi,memaknai kisah dalam
dekapan rindu yang menggumpalkan langkah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar