Hikayat Terpendam
Bolehkan aku berkisah tentang hikayat yang terpendam?
Bolehkan aku menitipkan rindu ini pada selaksa mimpi yang mengukir kebersamaan abadi?
Bolehkan aku goreskan kekata penuh makna dalam lantunan jiwa merindu?
Bolehkah aku mengabadikan jejak kita yang tenggelam di balik senja sore itu?.
dan bebatuan yang membisupun tak akan mampu melukis perihal jiwa yang berseri indah,pada rangkaian
mimpi yang kupahat dengan guratan waktu yang berdesir,mengecup kenangan
demi kenangan dalam jiwa yang bahagia,mencumbu setiap desah nafas yang
tertinggal di balik tebing-tebing yang indah,agar siapapun yang datang
kemudian hari mampu meresapi dan memaknai kehadiran kita di balik senja
yang telah menguning.
Kala semburat asa menidurkan kita dalam langkah yang damai,dalam jiwa yang senantiasa menyebut Kebesaran-Nya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar