Senin, 19 Mei 2014

hikayat terpendam

Hikayat Terpendam

Bolehkan aku berkisah tentang hikayat yang terpendam?
Bolehkan aku menitipkan rindu ini pada selaksa mimpi yang mengukir kebersamaan abadi?
Bolehkan aku goreskan kekata penuh makna dalam lantunan jiwa merindu?
Bolehkah aku mengabadikan jejak kita yang tenggelam di balik senja sore itu?.

dan bebatuan yang membisupun tak akan mampu melukis perihal jiwa yang berseri indah,pada rangkaian mimpi yang kupahat dengan guratan waktu yang berdesir,mengecup kenangan demi kenangan dalam jiwa yang bahagia,mencumbu setiap desah nafas yang tertinggal di balik tebing-tebing yang indah,agar siapapun yang datang kemudian hari mampu meresapi dan memaknai kehadiran kita di balik senja yang telah menguning.

Kala semburat asa menidurkan kita dalam langkah yang damai,dalam jiwa yang senantiasa menyebut Kebesaran-Nya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar