Senin, 19 Mei 2014

bunda

Bunda..

Dalam langkahku yang tercerai
Ada nuansa batin terikat
Memasuki sukma terdalamku
Menyemburkan syahdunya hatimu

Tak ingin pergi beranjak jauh
Inginku mengucap rasa atas apa semuanya
Entah batin berbicara apa
Jiwa dan kebaikanmu bunda tak akan bisa terukur dan tergantikan

Bunda..engkaulah malaikatku..
Malaikat kebaikanku,penyelamat kehidupanku
Yang terkadang aku jenuh dengan omelan juga amarahmu
Tapi itu yang membuatku kangen dengan bunda

Bunda,,tengoklah aku di sini,yang jauh dari keramaian kota..
Aku berbisik pada dedaunan hijau di luar sana
Akankah bundaku masih setia menemani jejak langkahku..

Tak ingin meracaukan ucapan bunda,jiwa ku selalu membatin di sanubarimu,menggetarkan aroma kehidupan yang begitu syahdu

Apa jadinya aku tanpamu.apa jadinya kami semua tanpamu..
Langkah yang tak seindah hari kemarin akan berbuah indah jika bunda ridha dan ikhlas mendoakan kita semua

Dari jauh aku hanya bisa mendoakanmu..bunda
Doa yang bukan sekedar kata kata yang melainkan airmatapun tak sanggup menterjemahkan nya....

Bunda lukisan keabadian Cinta,goresan tangan AnakRantau

Tidak ada komentar:

Posting Komentar