Minggu, 18 Mei 2014

Rindu enggan tersenyum

Rindu Enggan Tersenyum

Telah kau lantunkan sajak sajak rindu pada langit yang membahana.
Telah terukir sekuntum mawar cinta diatas duri luka masa lalu,terangkai dalam mimpi kecilku.

Kau menitipkan rindu pada sejengkal kisah yang telah usang,menghadirkan cerita lama tentang kita.
Kau mendengdankan syahdunya cintamu diatas luka yang membatin sunyi di kegelapan.

Aku masih dengan luka masa lalu,luka luka yang kini menjadi sahabat setiaku,kala cinta tak memberiku satu harapan indah.
Masih dengan senyap sunyi jiwa,kala kebersamaan tak begitu berarti bagiku.
Masih dengan harapan semu tergores awan kelabu masa lalu,kala fatamorgana cinta telah memabukkan langkahku.

Rindu,enggan pergi dari jiwa yang meratapinya,enggan berkelit dari kisah suram nan menyedihkan jiwa.
Kala harapan tak sesuai harapan,aku hanya pasrah ini jalan cinta yang telah digoreskan-Nya untuk aku,bukan sekedar rayuan maut penuh pesona,bukan sekedar rindu tanpa realita cinta yang sesungguhnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar